Gara - gara ayam adu
Ku terbangun masih seperti pagi kemarin terbangukan oleh suara kicau burung peliharaan ayahku yang tak jelas jenisnya apa, tapi masih misteri sampai sekarang mengapa ayah Sangat menyukai burung terSebut yang di kurungnya dalam sanggar yang ia bikin dengan keringat ditengah siang bolong senin lalu , belum SeleSai pikiranku tentang burung tersebut sesosok suara nyaring sumbang keras tak jelas dari mana asalnya memanggilku “ PUTRA !!!!!! “ Aku kaget setengah mati ku coba memalingkan kepalaku dan menutupi Seluruh tubuh ku dengan sarung berharap mudah – mudahan Suara tadi hanya hayalanku , tapi tiba –tiba suara itu maSih terdengar “ PUTRA !!!!! “ Masyaallah ya Allah tolonglah hambamu dari mara bahaya ini !!!! . belum sempat lari Sesosok tangan yang besar berbau telur, garam, Lombok dan serai menerkapku dari belakang, tak lain dan tak bukan dialah ibunda ku tercinta!!!! “ Ah bocah ini kapan kau mau kesekolah !!!!! matahari menertawaimu di luar sana !!!! “ tegur ibundaku lantang . bermodalkan muka memelas aku menjawab “ mama entar pi codong ku bangun , sedikit pi kasi ka waktu, sedikit pi untuk meneruskan mimpiku “ , bukan ibu ku namanya kalau ia mau kalah “ Ah kau itu !!!!! ini hari senin saya kira kau upacara kan !!!!! “ . “ Asstagafirullah !!!!! “, aku lupa . . . !!!! “ .
dengan kecepatan supersonic ( sebenarnya bukan supersonic tapi lumayan cukup cepat LAH ! ) aku memakai baju , celana , kaoS kaki , dasi , rim dan tak keluapaan pengikat kepala …. Kok pengikat kepala ???? salah , salah pengikat rambut . eh emangnya aku wanita pakai pengikat rambut, ah pegikat rambutnya lupakan . . . !!!! aku udah sedia berangkat kesekolah . . . ! dengan menaiki motor CS one ku yang baru di belikan ibu ku, kutancap jalanan bulukumba dengan kecepatan 80 km / jam , jarak rumah ke sekolah ku tercinta SMA Negeri 2 bulukumba sekitar 6 kilo jadi tak heran kalau aku harus jadi pembalap untuk cepat sampai di sekolah . Namun kira – kira 1/3 jalanan telah kulalui , namun tampa ku lihat tiba – tiba motorku terplanting karena sebuah lubang yang cukup besar di jalanan , motor ku terplanting ke kiri susah untuk ku kendalikan, yang paling parah sesosok mahluk hidup bernama ayam berdiri pasrah sambil menikmati makanan paginya di depan motorku yang sedang terplanting .
PRAK !!!!!!! kaki patah 2, leher patah 3 , badan berlumuran darah !!!!! begitulah yang di derita oleh ayam terSebut, sedangkan aku setelah Sejenak terplanting Alhamdulillah aku biasa menguasai motor ku kembali , namun di pojok jalan nun jauh di Sana seSosok pemuda bulukumba , hitam, gonrong, yang penting menyeramkan mengangkat tinggi – tinggi parangnya lalu berteriak “ Oi Berhenti kamu !!!!!! apanya yang berhenti ku undur ke gigi 1 lalu tancap gas !!!!!!!
sampai di Sekolah dengan muka pucat, tangan maSih gemetaran, dan jantung yang masih berdebar kencang ku duduk di Samping sahabat karib ku Azwar suhud pemuda bulukumba yang berbadan kurus “ Ada apa putra ???? “ Tanya azwar kalem tapi tak tau kenapa hari itu dia kalem biasanya langsung meberiku jurus pamungkaS tendangan rajawali . “ Azwar ngomong – ngomong berapa harga ayam sekarang ????? tanya ku pelan, “ tergantung ayamnya ???“ azwar balik nanya . “ Ayamnya jantan, lumayan besar “ jawabku mantap . “ o o ayam adu sekitar paling rendah 1 jutaan “ jawab azwar sigkat . Deeeeeeeeeeengggggggg !!!!!! Bro aku jual diri ku aja belum tentu 1 jutaan !!!!!
ku angkatkat kaki pelan – pelan meninggalkan azwar yang masih bermuka bingung melihatku , kemudian tersudut di ruang kelas yang dingin dan tak tau kenapa hari itu terasa lambat .kalau Aku bayar 1 jutaan di mana aku ambil uang sebanyak itu , tidak ku bayar nyawaku biasa jadi taruhannya entar pulang gak ada jalan lain selain jalan tadi . Aduh tuhan …. !!! andai saja alber ainSten tidak usah menemukan rumes energy tapi menemukan alat unuk berpindah sepat kilat dari Suatu tempat ke tempat lain pastinya aku akan terselamatkan hari ini.
Bel pulang pun berbunyi , perut ku Semakin menusuk karena lapar, rasa ngantuk menyerbak ingin tidur Siang, tapi gara – gara ayam berensek tadi aku jadi Susah deh pulang tapi aku lelaki , aku pejantan tangguh, aku pemuda bulukumba yang tak boleh takut, kalau aku takut nenek moyang ku yang Seorang nelayan pembrani yang menerjang ombak demi ikan bakal malu punya cucu Seperti aku !!!!! bermodal dari kata – kata itulah aku dengan Segenap hati , sambil menyanyikan lagu perjuangan Bulukumba aku menerjang angin, debu, batu, yang seakan menghalangi diri ini untuk pulang .
namun Sesampai di tempat kejadian perkara tadi yang di mana persihan darah ayam tadi maSih terlihat jelas begitu pula lubang berenSek itu . namun tak Seorang pun diSana ku mamfatkan peluang emas ini untuk tancap gas untuk pulang namun belum sampai di rumah tiba – tiba jiwa ke bangsaan ku terlahir . bagaimana kalau sekarang di rumah pemilik ayam terSebut Sedang terbaring kaku sang pemiliki ayam dengan kain kafan dan di Sekitarnya istri dan anaknya yang masih berumur 7 tahun , 9 tahun , 10 tahun, dan paling parah 1 tahun menangisi kepergian sang pemilik ayam yang mati Karena melihat ayam ke sayangannya mati di depan matanya tampa bisa berbuat Sesuatu dan paling parah aku bisa di cari polisi di tayangkan di media maSa , di cari oleh FBI .
Mati aku !!!!!!!! ku palingkan motorku menuju rumah sang pemilik ayam dan berharap belum terlambat untuk meminta maaf. Di benak ku terngiang kata – kata azwar . Putra harga ayam itu satu juta loh !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!. deng !!!!!! motorku berhenti sejenak , sekarang aku dalam ke adaan bimbang . namun bagaimana kalau semua sudah terlambat seperti yang ku bayangkan . Tak boleh itu , tak boleh terjadi !!!!!!!!
KU pacu kuda beSi ku kerumah sang pemilk ayam . Sampai disana kutaruh motorku didepan rumahnya tampa mematikan mesin berjaga – jaga kalau mereka mau menembakku dengan senapan caliber 50 k yang beratnya sekitar 2 kg dan bisa menembakkan 10 peluru tiap detik. Ku masuk dengan pelan dengan menyiapkan muka dengan mimic rasa berduka cita tapi tiba – tiba dari dalam keluar Segerombolan anak yang sepertinya kukenal , anak – anak tersebut berlari pelan sambil memegan ayam goreng di tangannya.
Ku condongkan kepalaku kedalam rumah dan belum sempat mengucapkan salam “ Nah ini dia pelakunya !!!! Kau dari mana saja !!!!! “ TEGUR IBU KU . loh kok ibu ku ada di dalam, ku buka Sepatu ku kemudian maSuk . “ o la la la ini rumah baru om kandda ya ma !!!!!!! “ aku baru sadar om kandda saudara kandung ibu baru pindah rumah dan rumahnya di sekitar sini tapi aku tidak tau kalau tepatnya yang ini .” Terus orang yang angkat parang tadi dan ayam jago yang harganya 1 juata ???? “ Aku bertanya cepat . “ Wa Ha Ha Ha 1 juta !!! 100 ribu pun ayam kampong punya ayahmu itu gak laku dan orang yang angkat parang tadi ayah mu !!!! “ . Ibu ku menjawab sambil terbahak – bahak . yang pertama aku harus perbaiki cara mengemudiku yang kedua akan ku bunuh azwar besok ketiga orang seram tadi ayah ku ???? wah mata ku mines kali !!!!!!.
Senin, 23 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar